Kemitraan Kentang Pangalengan Jadi Inspirasi MARDI Malaysia
Pangalengan, Jawa Barat, 10 September 2025 – Delegasi Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) bersama tim BRMP Sayuran melakukan kunjungan lapangan ke sentra produksi kentang di Pangalengan, Jawa Barat, pada hari kedua lawatan mereka ke Indonesia. Fokus kunjungan ini adalah mempelajari rantai pengembangan kentang industri, mulai dari pembibitan, budidaya, hingga pascapanen.
Dr. Eti Heni Krestini, Ketua Tim Kerja Layanan dan Pengujian BRMP Sayuran, menjelaskan bahwa Pangalengan dipilih karena reputasinya sebagai salah satu sentra produksi kentang di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, delegasi berkesempatan berdialog dengan kelompok tani serta perwakilan Indofood, Bapak Umar, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan benih kentang lokal. Indofood menargetkan peningkatan penggunaan benih lokal untuk industri, sehingga ketergantungan pada benih impor dapat ditekan.
MARDI juga mencatat keberhasilan model kemitraan antara petani dan industri di kawasan ini, terutama melalui skema kontrak harga panen yang memberikan kepastian usaha bagi petani.
Mencermati efektivitas model tersebut, MARDI menyatakan minat untuk mengadopsinya di Malaysia. “Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi impor melalui pemberdayaan petani lokal,” ujar Suhana dari Bagian Sosioekonomi dan Agribisnis MARDI.
Melalui penerapan model serupa, MARDI berharap mampu mendorong pertumbuhan industri kentang nasional di Malaysia secara berkelanjutan.